Posted by: p4mriaceh | May 17, 2011

Ayo Bersama ke SD Utrecht, Belanda

Observasi di Sekolah Dasar, Utrecht, Belanda

Oleh: Tim Exchange Program P4MRI Unsyiah

Salah satu kegiatan exchange program dari P4MRI Unsyiah ke Belanda adalah mengikuti workshop Classroom Management yang diberikan oleh dosen Domstad-Hogeschool Utrecht yaitu Sonja dan Jenny. Materi workshop berkaitan dengan activating method, mempersiapkan bahan ajar, membina hubungan (relation) yang baik antara guru dan siswa, menyepakati aturan (rule), membuat prosedur-prosedur agar pelajaran berjalan dengan lancar, dan kebiasaan (routine) yang harus dilakukan oleh siswa setiap belajar.

Materi workshop Classroom Management bukan hanya teori tetapi juga berupa tugas mengamati implementasinya di sekolah dasar di bawah KSU Utrecht Belanda. Tim P4MRI Unsyiah ditugaskan melakukan observasi terhadap relations, procedures, rules, dan routines lalu mempresentasikan hasil pengamatan  tersebut di workshop. Tulisan ini menjelaskan tentang hasil observasi di beberapa sekolah yaitu St. Paulus school, Hof ter Weide school, Ariens school, St. Dominicus school, dan Caroussel school.

  1. Relation

a. Hof Ter Weide School

Berdasarkan hasil pengamatan, gurunya memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan para murid. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga. Gurunya jarang terlihat marah, apalagi menggunakan nada suara yang tinggi, sehingga membuat murid merasa  nyaman. Ketika murid mendapat kesulitan terhadap tugas yang diberikan, gurunya langsung mendatangi meja mereka dan duduk selevel dengan para murid untuk menjelaskan soal tersebut. Tidak hanya itu, gurunya juga selalu berjalan untuk memantau kegiatan siswa. Jika terlihat siswa mendapat kesulitan gurunya langsung membimbing dengan menggunakan media realistic/ konkret yang sama seperti pada saat menjelaskan materi.



b. Ariens School

–     Setiap siswa akan mendapatkan penghargaan dari guru, jika siswa menjawab salah guru akan menmperbaiki dengan penjelasan.

–     Guru sering memberikan pujian dengan tepuk tangan atau dengan senyum pada siswa dan cara lainnya.

–     Berdasarkan hasil pengamatan, kami dapatkan hubungan guru dengan siswa sangat harmonis dan akrab, kami mendapati guru menggendong siswanya yang lagi sakit dengan penuh kecintaan.

–          Guru membimbing siswa yang belum mengerti dengan materi yang di berikan oleh gurunya dan gurunya menjelaskan kepada siswanya dengan mencontohnya kedalam benda konkrit

–          Pada waktu menjelaskan kepada siswanya posisi badan guru disejajarkan dengan tinggi siswa, guru memberikan pengarahan yang sangat baik kepada siswa yang belum mengerti. Gurunya selalu tersenyum dan ramah kepada siswa sehingga siswa menjadi sangat nyaman berada di samping gurunya.

b.   St. Paulus School

–          Saya melihat seorang guru memeluk siswa yang datang mendekat padanya dan mereka membicarakan sesuatu.

–          Guru membuat isyarat dengan mata, mulut, dan jari untuk memuji siswa-siswa dan kadang kadang menghukum mereka.

         2.    Procedur

a.      Hof Ter Weide School

Bila bertanya dan menjawab anak dibiasakan untuk mengangkat tangan mereka, setelah ditunjuk siswa memberikan jawaban. Ketika banyak siswa yang ribut, guru membunyikan lonceng atau memberikan tanda dengan meletakkan jari telunjuk di mulut, atau memberikan yel….yel…yel…kepada siswa sehingga kelas menjadi tenang kembali. Ada aturan yang tertulis di dinding: “Jika seseorang tidak suka disentuh, jangan sentuh lagi, sampai mereka memiliki persetujuan lagi”. Siswa belajar matematika dan bahasa setiap hari. Untuk pelajaran kreativitas, komputer, dan seni mereka bisa pilih sendiri di ruang yang telah ditentukan. Sekolah ini menerapkan moving class. Ada 4 jenis ruangan untuk setiap jenjang kelas, sebagai berikut.

1.      Blue class for math and language

2.      Green class for science and world

3.      Red class for drawing and playing

4.      Yellow class for paint, creativity, music

b.      Ariens School

–          Guru memberikan sanjungan/pujian kepada siswa berupa senyuman dan tepuk tangan. Bagi siswa yang permisi ke toilet guru memberikan tanda (stiker) peringatan dengan menempelkan nya di papan tulis, {warna merah tandanya permisi ke toilet dan warna hijau tandanya telah kembali keruangan}.

Contoh stikernya :

–          Tiap siswa yang ingin bertanya mereka mengangkat tangan mereka, bagi siswa yang cepat selesai diberi pengharga dengan memberikan 1 point untuk siswa tersebut.

c.    St. Paulus School

–       Guru menggunakan “extra instruction table” yang diletakkan di bagian tengah kelas. Jika siswa sudah mengerti sesudah duduk di sana mereka boleh duduk kembali ke tempat asal.

–          Semua siswa setiap hari duduk berkelompok walaupun mereka tidak belajar secara berkelompok setiap hari.

–          Semua siswa harus mengacungkan tangan jika mereka ingin menjawab pertanyaan atau mengatakan sesuatu bahkan jika mereka diminta berdiri di depan kelas.

–          Siswa yang perlu ke kamar kecil harus membalikkan keratas label “wc” yang tergantung di pintu kelas.

–          Guru mengizinkan siswa yang sakit untuk duduk di sebuah kursi yang nyaman yang terletak di pojok belakang kelas. Siswa tersebut boleh tidur atau membaca buku cerita yang tersedia di samping kursi.

–          Ketika siswa telah menyelesaikan tugas mereka, mereka harus meletakkan tugas tersebut di tempat masing-masing pelajaran yang telah di sediakan. Untuk tugas matematika disediakan tempat yang tertulis di atasnya “Rakenen”.

–          Beberapa siswa yang telah menyelesaikan tugas mereka dengan cepat, mereka bisa menggunakan komputer untuk bermain beberapa game yang terkait dengan pelajaran namun siswa tersebut harusmengikuti jadwal yang telah ditentukan. Komputer tersebut terletak di bagian belakang ruangan kelas.

–          Siswa diizinkan untuk memilih game apapun yang mereka suka setelah menyelesaikan tugas.

–          Guru memberikan beberapa stiker pada siswa yang bisa menyelesaikan tugas dengan cepat dan benar. Terkadang guru menambahkan coklat untuk mereka.

–          Guru mengizinkan siswa yang membutuhkan konsentrasi lebih untuk duduk sendirian mengahadp diding di samping papan tulis.

       2.      Routines

a.      St. Dominicus School

–          Mereka terbiasa untuk menyangkut jaket mereka masing-masing di luar kelas sebelum memasuki ruangan kelas tersebut.

–          Mereka terbiasa membawa makanan mereka sendiri dan memakannya di dalam kelas ketika waktu istirahat tiba.

–          Guru biasanya membaca cerita ketika siswa sedang makan di saat istirahat.

–          Mereka istirahat  ke halaman sekolah untuk mendapatkan udara segar dan bermain-main di sana setelah jam pelajaran pertama usai.

–               Setiap pagi senin sebelum memulai pelajaran pertama siswa menceritakan pengalaman akhir pekan di dalam kelompok masing-masing dan setiap siswanya diberikan waktu 1 menit dengan menggunakan jam pasir untuk 1 menit.

b.      Caroussel School

–          Meletakkan jaket di kapstok

–          Menjadi menyenangkan bagi sesama

–          Duduk ketika mereka sampai dalam ruangan kelas

–          Bersalaman dengan sesama lainnya dan mengucapkan “good morning”

–          Saling membantu

     4. Aturan-aturan

a.      St. Dominicus School

Pengamatan tentang aturan-aturan untuk hubungan sesama, media, dan bergerak di dalam kelas

b. Caroussel School

Aturan-aturan untuk hubungan antar sesama

Ketika kamu berkomunikasi gunakanlah pengingat, what kind of cap do you near :

–          Warna merah ( bermakna marah dan agresiv)

–          Warna kuning (bermakna bekomunikasi langsung dengan bahasa yang jelas)

–          Warna biru (bermakna mencegah konflik, toleransi, dan pendekatan yang lemah lembut)

Ketika kamu akan marah gunakan pengingat

–          Stop, cool, off

–          Saya pergi dan mencari tempat yang tenang untuk menenangkan diri

–          Saya bisa melihat dan menemukan seseorang yang akan mendengarkan saya, untuk mereda emosi saya.

Aturan-aturan dalam menggunakan barang.

–          Hati-hatilah untuk semua barang yang ada, barang sekolah, barang orang lain, atau barangmu sendiri.

–          Ketika kamu menggunakan barang-barang, tolong kembalikan jika sudah selesai menngunakannya.

–          Jika barang susak, tolong beritahukan guru.

–          Jika marah dan sengaja merusak barang, sebuah pesan akan dikirimkan ke orang tua agar membayarnya.

–          Giving someone a personal properly can lead to tears when you want it back.

Aturan-aturan bergerak di dalam kelas.

–          Tanggung jawab: mohon agar sopan dan ramah dalam bersikap untuk siapa saja.

–          Mohon tenang dan berbicara dengan lembut agar kamu tidak mengganggu pelajaran.

–          Kami tidak mendiskriminasikan setiap orang yang berbeda/unik dalam caranya sendiri.

–          Mohon jalan di tempat bermain agar selalu aman bagi anak-anak.

–          Berika ruang/ jarak untuk sesama agar setiap orang merasakan bebas dan nyaman.

Siswa yang punya masalah dalam membaca, guru akan memanggilnya untuk membaca menggunakan komputer.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: