Posted by: p4mriaceh | October 31, 2012

SOAL PISA DAN KEMAMPUAN LITERASI

DOMAIN SOAL PISA UNTUK LITERASI MATEMATIKA

Oleh Rahmah Johar

(makalah diseminarkan di Seminar dan Lokakarya dalam rangka Kontes Literasi Matematika (KLM)
di Unnes Semarang, 29 September 2012)
 

Kualitas pendidikan sering dijadikan sebagai barometer perkembangan suatu negara. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, sain, dan membaca beserta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dijadikan sabagai gambaran baik atau tidaknya kualitas pendidikan khusus untuk siswa usia wajib belajar (SD sampai kelas 3 SMP).

Saat ini terdapat dua asesmen utama berskala internasional yang menilai kemampuan matematika dan sain siswa, yaitu TIMSS (Trend in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Program for International Student Assessment). TIMSS dilaksanakan secara regular sekali dalam empat tahun sejak 1994/1995 untuk mengetahui pencapaian siswa kelas 4 dan 8 SD dalam matematika dan sain. Fokus  dari TIMSS adalah materi yang ada pada kurikulum, misalnya untuk matematika tentang bilangan, pengukuran, geometri, data, dan aljabar. TIMSS disponsori the International Association for Evaluation of Educational Achievement (IEA). Sedangkan PISA dilaksanakan secara regular sekali dalam tiga tahun sejak tahun 2000 untuk mengetahui literasi siswa usia 15 tahun dalam matematika, sain, dan membaca. Fokus dari PISA adalah literasi yang menekankan pada keterampilan dan kompetensi siswa yang diperoleh dari sekolah dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai situasi (OECD 2009; OECD 2010; Stacey, 2011; nces.ed.gov/timss/pdf/naep_timss_pisa_comp.pdf). Dalam pelaksanaannya PISA disponsori oleh negara OECD (the Organization for Economic Cooperation and Development).

Indonesia sudah beberapa kali mengikuti kedua ajang internasional di atas, namun hasilnya hampir selalu menjadi ‘guru kunci”. Pemerintah Indonesia dalam hal ini pengembang kurikulum sudah berusaha merumuskan sasaran/tujuan diberikannya matematika semua peserta didik mulai dari sekolah dasar, yaitu untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selanjutnya juga ditegaskan bahwa pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika (BNSP, 2006). Berarti ada kesenjangan antara tujuan kurikulum dan hasil yang diperoleh siswa Indonesia pada penilaian internasional. Apa yang salah dalam sistem pendidikan Indonesia? Jawaban untuk pertanyaan ini seperti lingkaran benang kusut. Namun untuk itu banyak hal yang perlu dikaji kembali seperti kualitas guru, sumber belajar siswa, sistem evaluasi, dukungan masyarakat, dan stakeholder atau pemerintah itu sendiri.

Agar guru dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal sesuai fokus dari PISA, Kemendikbud menunjuk Tim PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) mensosialisasikan soal PISA melalui kegiatan yang disebut Kontes Literasi Matematika (KLM) (Sembiring, 2011). Tahun ini KLM dilaksanakan oleh 12 LPTK di Indonesia, yaitu Unimed, UNP, Unsri, UNJ, UNY, Unnes Semarang, Unesa Surabaya, UM Malang, UNM Makasar, Universitas Singaraja, Unlam Banjarmasin, dan Universitas Kupang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari ketua PMRI, tahun depan akan melibatkan lebih banyak LPTK untuk melaksanakan KLM, termasuk Unsyiah Aceh. Penunjukan Tim PMRI karena Tim PMRI sejak tahun 2001 sudah mengembangkan kegiatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada pelibatan siswa dalam proses menemukan kembali matematika yang diawali dengan penyajian masalah yang realistik, yaitu nyata dalam kehidupan sehari-hari atau nyata dalam pikiran siswa. Saat ini ada 23 LPTK di Indonesia yang terlibat dalam sosialisasi PMRI dan sampai tahun 2012 sudah diterbitkan buku Kelas 1-3 SD, tahun depan untuk kelas 4 dan seterusnya.

makalah lengkap dapat di unggah di sini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: