Posted by: p4mriaceh | October 31, 2012

What is PISA?

What Is PISA?

Programme for International Student Assessment (PISA) adalah salah satu evaluasi internasional yang dikembangkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai upaya bencmarking internasional yang diselenggarakan oleh International Association for The Evaluation of Education Achievement (IEA). Studi PISA ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meneliti secara berkala (tiga tahun sekali) tentang kemampuan peserta didik pada usia sekitar 15 tahun. Kemampuan yang diukur tersebut meliputi kemampuan membaca (reading literacy), matematika (mathematics literacy), dan sains (scientific literacy) (Hayat & Yusuf, 2010:216)

Dasar-Dasar PISA

Dasar-dasar pembentukan study PISA adalah sebagai berikut:

  1. Penilaian standar internasional yang dikembangkan bersama oleh negara-negara peserta untuk siswa usia 15 tahun.
  2. Survei dilaksanakan di 43 negara pada siklus pertama (32 negara pada tahun 2000 dan 11 negara pada tahun 2002), 41 negara pada siklus ke dua (2003), 57 negara pada siklus ke tiga (2006), dan 67 negara pada siklus ke empat (2009).
  3. Tes ini biasanya diberikan kepada 4500 sampai 10.000 siswa di setiap negara.

Karakteristik PISA

Menurut Hayat dan Yusuf (2010) penilaian PISA dapat dibedakan dari penilaian lainnya dalam hal sebagaimana disebutkan dibawah ini:

  1. PISA berorientasi pada kebijakan desain dan metode penilaian dan pelaporan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara peserta PISA agar dapat dengan mudah ditarik pelajaran tentang kebijakan yang telah dibuat oleh negara peserta melalui perbandingan data yang disediakan.
  2. PISA menggunakan pendekatan literasi yang inovatif, suatu konsep belajar yang berkaitan dengan kapasitas para siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran kunci disertai dengan kemampuan untuk menelaah, memberi alasan dan mengkomunikasikannya secara efektif, serta memecahkan dan menginterpretasikan permasalahan dalam berbagai situasi.
  3. Konsep belajar dalam PISA berhubungan dengan konsep belajar sepanjang hayat, yaitu konsep belajar yang tidak membatasi pada penilaian kompetensi siswa sesuai dengan kurikulum dan konsep lintas kurikulum, melainkan juga motivasi belajar, konsep diri mereka sendiri, dan strategi belajar yang diterapkan.
  4.  Pelaksanaan penilaian dalam PISA teratur dalam rentangan waktu tertentu yang memungkinkan negara-negara peserta untuk memonitor kemajuan mereka sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditetapkan.
  5. Cakupan pelaksanaan penilaian dalam PISA sangat luas, meliputi 49 negara peserta ditambah 11 negara yang bergabung pada tahun 2006; mencakup sepertiga dari penduduk dunia dan sembilan persepuluh produk domestik kotor (GDP) dunia.

Pemanfaatan Studi PISA

Negara-negara peserta PISA memanfaatkan studi PISA ini untuk hal-hal sebagai berikut:

  1. Membandingkan tingkat literasi siswa suatu negara dengan negara lain untuk mengetahui posisi masing-masing negara dan memperbaiki prestasi para siswanya.
  2. Menetapkan batas perbandingan atau rujuk mutu (benchmark) untuk peningkatan upaya perbaikan dalam bidang pendidikan.
  3. Memahami kekuatan dan kekurangan sistem pendidikan masing-masing negara peserta. (Hayat & Yusuf, 2010).

Literasi Matematika dalam PISA

Soal-soal yang dirumuskan dalam PISA selalu didasarkan pada situasi nyata yang memuat permasalahan yang mesti diselesaikan karena PISA menitik beratkan penilaiannya pada penguasaan proses, pemahaman konsep dan kemampuan mengaplikasikannya.

Berkaitan dengan proses pengaplikasian pengetahuan yang telah diperoleh siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata, penilaian PISA lebih berorientasi pada apa yang dapat dilakukan siswa berdasarkan apa yang telah dipelajari di sekolah, dari pada hanya sekedar memperhatikan apakah siswa telah menguasai materi tertentu. Oleh karena itu, diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan literasi matematis (mathematical literacy).

Dalam OECD (2009b) dijelaskan definisi dari literasi matematis (mathematical literacy), yaitu:

Mathematical literacy isan individual’s capacity to identify and understand the role that mathematics plays in the world, to make well-founded judgements and to use and engage with mathematics in ways that meet the needs of that individual’s life as a constructive, concerned and reflective citizen.

Dari definisi di atas, dapat kita pahami bahwa dalam PISA siswa dituntut untuk merefleksikan dan mengevaluasi materi yang telah dipelajarinya, bukan hanya sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki jawaban yang benar dan tunggal.

by: Rita Novita


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: